Selasa, 13 November 2012

Rumah kosong? Bukan berarti seram!? #1

Inilah kehidupanku yang penuh dengan rasa penasaran. Umurku 14 tahun, ya tentu masih anak abg yg lagi masa puber dan banyak ingin tahu. Oh iya, namaku okan. Okan syeid farhad. Panggil aja nama depan okan. Aku tinggal di perumahan yg tidak begitu elite tapi mewah. Loh!
  Aku sekolah disalah satu sekolah yg dibilang oke sih. Walaupun otakku tidak sebegitu pintar, tapi banyak juga yg ingin berteman dengan aku. Secara wajah dan kulitku kelihatan sangat klasik dan macho. Hehehe...
  Disekolah aku punya teman dekat yg kyak sahabat gitulah dibilang. Aku kenalin satu demi satu. Temanku yg sifatnya agak penakut tapi sok berani namanya Dika. Tomboy dan jagoan banget tapi sensitif itulah Putri. Dan yg satu ini entah kenapa kok aku bisa bekawan sama dia. Ngga memperhatikan penampilan,cuek,tapi ganteng juga aku lihat. Bukannya aku homo ye! Tapi, ngga enak di pandanglah cara dia berpakaian. Namanya Erick.
  Kebetulan sekali rumah kami beda komplek. Jaraknya ada yg 2,5 - 3 km. Apanya yg kebetulan?. Antara jarak rumah kami yg "waw" itu, ada sebuah rumah kosong yg sudah lama tidak dihuni. Rumah besar dengan 8 pintu, 3 jendela yg besar, dan tingkat 2. Lebar rumahnya ±100 m x ±120 m. Kusam, jorok, pas banget kayak erick!. Sudah lama memang kami ingin masuk ke dalam rumah kosong itu. Tapi, karena kami selalu sibuk "Sok penting -_-" selalu saja batal. Tapi, kami pernah bertanya pada warga yg ada disekitar rumah itu. Mereka bilang sering terdengar auman singa dan hentakan kaki binatang yg besar dan keras. Pernah sesekali bola api keluar dari rumah itu.
  Pagi hari yg cerah. Aku sengaja pergi cepat agar bisa ketemu dengan mereka sebelum bel masuk kelas. Aku menyusun rencana sama mereka untuk pulang sekolah kumpul tempat biasa di waroeng nenek. Resto favorit kami sih :).
  Jam 1 kami sudah kumpul di waroeng nenek. Aku mengusulkan untuk segera masuk ke dalam rumah kosong itu. Pertama sih si dika membantah. "Ah!, gila aja. Udah taukan? Rumah itu tuh ada penghuninya! Aku ngga mau ke sana!! Mau bagaimanapun." Sambung erick setelah meminum kopinya, "Bencong! Ngga usah setakut itulah. Macam pergi sendiri aja kau ke sana? Kan kita pergi berempat. Lagian, tenang aja kan ada putry.." sambil melirik putry. "Sialan! " sambung putry sambil melempar sedotan ke arah erick. "Gimana dik? Beranilah yah?! Iya lah itu.." ku akhiri percakapan tanpa meminta jawaban dari dika.
  Kami susun rencana dan segala persiapan yg matang. Sampai sudah sepakat untuk pergi kerumah kosong itu tanggal 13 agustus...

~Bersambung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar